Tampilkan postingan dengan label ACTION. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ACTION. Tampilkan semua postingan

17 Jan 2015

Download Just Cause 2 Single Link

Hanya ada dua hal yang perlu Anda ketahui mengenai Just Cause 2. Bebas dan seru. Masa’ sih dua kata saja cukup untuk menjabarkan sebuah game? Untuk game ini, Anda tidak perlu yang lain! Baca terus review ini dan Anda akan mengetahui alasannya!
Sebagai permulaan, mari kita membahas mengenai kata bebas. Satu aspek yang paling mudah dilihat dengan mata kepala Anda sendiri adalah kebebasan menjelajahi dunia permainan yang luas dan berukuran sangat besar! Game ini memberikan begitu banyak kesempatan bagi Anda untuk berpetualang ke mana pun yang Anda mau. Bahkan, begitu Anda mulai bermain, sebenarnya Anda dapat bergerak dengan bebas menjelajah. Namun, tentu saja tindakan ini akan menunda proses pembelajaran mengenai mekanika game atau dalam bahasa kerennya disebut tutorial.
Begitu anda memulai permainan, game ini bahkan telah mulai memperlihatkan konsep kebebasannya yang luar biasa. Anda akan berkenalan dengan sistem pertempuran yang mengandalkan senjata satu tangan (misalnya pistol dan SMG), senjata dua tangan (seperti rifle dan sniper), dan bahan peledak (contohnya granat dan TNT). Kerennya, Anda dapat menggunakan senjata satu tangan di masing-masing tangan. Jadi, Anda dapat menggunakan dua pistol sekaligus layaknya seorang jagoan di film action!
Menggunakannya juga sangat mudah! Dua tombol mouse akan menentukan tangan mana yang menembak. Misalnya, ketika Anda klik tombol mouse kanan, maka pistol di tangan kanan Anda akan menembak. Begitu juga dengan tombol kiri mouse, yang berguna untuk menembak pistol kiri. Akan tetapi tidak demikian ketika Anda menggunakan satu pistol saja dan senjata dua tangan. Klik kiri akan menembak dan klik kanan akan melempar granat atau bahan peledak yang Anda miliki. Mudah ‘kan?
System Requirements: 
CPU:Dual-core CPU with SSE3 (Athlon 64 X2 4200 / Pentium D 3GHz)
RAM:2 GB
OS:Microsoft Windows Vista/7 (Windows XP is unsupported)
Video Card:DX10 compatible graphics card with 256 MB of memory (Nvidia GeForce 8800 series/ ATI Radeon HD 2600 Pro)
DirectX version:Microsoft DirectX 10
Sound Card:Yes
Free Disk Space:10GB of free drive space

Download: 
Cara Install
1. Install Game
2. Mainkan dengan “Run as Admin”


http://goo.gl/gXLcRN
source: www.jagatreview.com

16 Jan 2015

Download Saints Row IV Full Crack

Tentunya sobat sudah tahu akan kecanggihan dan keistimewaan game Saints Row IV Full Crack, namun sayangnya game tersebut membutuhkan spesifikasi PC yang tinggi. Untung saja pada kesempatan kali ini kami ingin membagikan satu versi dibawahnya yakni Saints Row The Third Full Crack. Game yang satu ini merupakan generasi ke tiga dari game Saints Row. Dari segi grafik, jelas tidak berbeda jauh dengan Saints Row IV, hanya saja ide ceritanya yang berbeda. Pada Saints Row The Third , sobat akan ditugaskan menyelesaikan misi-misi yang sangat banyak dan tentunya akan menyulitkan sobat.
Screenshot :
saintsrowthethird_dx11 2015-01-03 22-25-44-40saintsrowthethird_dx11 2015-01-03 22-20-25-35saintsrowthethird_dx11 2015-01-03 22-23-17-56
Cara Install :
  1. Download terlebih dahulu file di bawah kemudian Extract dengan menggunakan Winrar.
  2. Maka akan muncul sebuah folder baru.
  3. Masuk ke dalam folder tersebut lalu jalankan setup.exe
  4. Lakukan instalasi seperti biasa hingga selesai
  5. Jika sudah, copykan seluruh isi folder “Skidrow” ke direktori instalasi game.
  6. Selesai dan mainkan :)
Recommended System Requirements : 
  • CPU: Any Quad Core Processor (Intel Core i5 or AMD Phenom II X4) or 3.0+ Dual Core CPU
  • RAM: 4 GB
  • OS: Windows 7
  • Video Card: 1 GB Video RAM GPU w/ Shader Model 4.0 support. NVIDIA GeForce GTX 400 series or better. ATI Radeon HD 5000 series or better
  • Sound Card: Yes
  • Free Disk Space: 10 GB
  • Mouse
  • Keyboard
Link Download (Single Link) :
Link Download (500 MB/part ) :
Password: www.bagas31.com

source: www.bagas31.com

15 Jan 2015

Review Far Cry 4 – Selamat Datang Di Kyrat, Sampai Jumpa Produktivitas

Review Far Cry 4 | Screenshot 3
Bagi sebagian orang, FPS merupakan sebuah genre video game yang sudah cukup menjenuhkan. Pemandangan yang kamu lihat dalam game bergenre tersebut biasanya tidak lebih dari kamu yang membunuh semua musuh yang terlihat di layar kaca. Seri terbaru dari Far Cry yaitu Far Cry 4 juga sebenarnya menganut genre yang sama, namun satu hal yang harus diperhatikan: ini adalah Far Cry, bukan sembarangan FPS.

Download LA Noire Full Crack



Game Play 

L. A. Noire adalah permainan yang berbeda dengan norma. Bertindak berbeda dari game petualangan yang biasa. Permainan ini benar-benar luar biasa. Ini adalah permata benar untuk industri game. Bermain ini sangat tak biasa. Ini petualangan aksi / akan meninggalkan Anda terengah kagum pada banyak liku-liku permainan semacam ini dapat mengambil. Tidak ada yang pasti.

Review Grand Theft Auto V – Tiga Lebih Baik Daripada Satu, Empat Lebih Baik Daripada Tiga

Seri Grand Theft Auto (atau akrab disingkat GTA) merupakan seri game yang luar biasa populer dari developer Rockstar. Seri ini bermula dari sebuah game open-world 2D dengan sudut pandang kamera top-down dan kepopuleran yang biasa saja, menjadi sebuah game open-world 3D yang sering kali menjadi patokan dasar untuk game lain dengan genre sejenis. Di seri utamanya yang kelima (karena banyak sekali spin-off dari seri Grand Theft Auto), Rockstar kembali menunjukkan kemampuannya untuk menyajikan sebuah dunia yang seru untuk diporak-porandakan, serta cerita yang penuh dengan satire dan referensi ke hal-hal yang berbau ke sosial politik serta kultur populer.

14 Jan 2015

Download and Review Assassin's Creed III



Gamer mana yang tidak akan tertarik dengan franchise open-world milik Ubisoft – Assassin’s Creed? Ketika sebagian besar developer lebih memilih untuk menjadikan dunia kriminal bawah tanah dan perang para mafia sebagai konsep utama game open-world mereka, Ubisoft menawarkan sebuah tema dan gameplay yang berbeda. Gamer dibawa pada event-event historis yang telah mengubah cara dunia nyata berjalan, menambah dan memodifikasinya dengan tema perang Assassin vs Templar, serta memperkuatnya dengan alur kompleks yang menawarkan sebuah konflik yang lebih masif. Semuanya tercermin lewat kisah hidup sang karakter utama – Desmond Miles.

Review Assassin’s Creed Rogue: Pembuktian dari Si “Anak Tiri” Ubisoft

cover-acrogue
Sebagai salah satu penggemar Assassin’s Creed (AC) dari seri pertamanya tahun 2007 lalu, penulis cukup antusias dalam menyambut dua game AC yang dirilis tahun ini, AC Unity dan AC Rogue. Namun penulis sedikit kecewa dengan apa yang dilakukan Ubisoft saat melakukan kampanye dua game ini. Ubisoft terkesan seolah-olah menjadikan AC Rogue sebagai “anak tiri” dengan sedikitnya materi kampanye yang diberikan untuk game ini. Bandingkan saja dengan AC Unity yang mendapatkan banyak materi kampanye, mulai dari puluhan trailer, event melibatkan fans bahkan video di balik layarnya pun sempat dipublikasikan.
Namun sejak awal konfirmasinya, penulis merasa lebih antusias dalam menyambut AC Rogue. Yap, mungkin kamu masih ingat dengan artikel opini penulis beberapa waktu lalu mengenai beberapa alasan untuk antusias dengan judul ini (baca: 5 Alasan untuk Antusias Menyambut AC Rogue). Entah mengapa, penulis cukup yakin dengan langkah Ubisoft dalam AC Rogue ini, dengan memperkenalkan sosok assassin yang berubah menjadi templar dalam diri Shay Patrick Cormac. Meskipun masih dikembangkan untuk konsol last gen yang tentunya dengan teknologi tidak secanggih AC Unity, namun ada beberapa hal yang menjadi nilai jual utama game ini, antara lain story dan karakter. Bukankah menikmati game tidak melulu hanya dari sisi grafis dan teknologi?
duniaku-acrogue-7
Di saat AC Unity mengalami banyak masalah (yang membuat penulis sedikit menunda untuk memainkan game ini), AC Rogue bisa dibilang hadir nyaris tanpa masalah yang berarti dari sisi performa. Meskipun sampai saat ini penulis belum mencoba AC Unity, namun dari sisi performa penulis cukup yakin bahwa AC Rogue bisa memukul telak AC Unity. Performa disini dalam artian mengenai bug, glitch dan juga masalah-masalah lain di luar gameplay. Padahal, AC Rogue dikembangkan lebih singkat dibandingkan AC Unity karena masih menggunakan beberapa teknologi yang sama dengan AC IV: Black Flag (atau bahkan AC III) lalu.
Lagi-lagi, hal ini membuat penulis merasa AC Rogue menjadi “anak tiri” dari Ubisoft karena minim memberikan inovasi. Namun Ubisoft Sofia mampu menjawabnya dengan performa game yang cukup baik, meskipun tidak 100% bersih dari bug dan glitch. Satu-satunya masalah di performa yang penulis catat adalah waktu loading yang cukup lamaaa saat kamu berpindah dari satu area ke area yang lain, atau dari satu sequence menuju sequence berikutnya. Penulis cukup memahami hal ini, karena toh memang game ini dikembangkan di konsol last gen dengan teknologi yang mungkin sudah cukup uzur.
duniaku-acrogue-7
Satu lagi alasan yang membuat penulis bisa memaklumi waktu loading yang cukup lama ini adalah masifnya area yang disediakan Ubisoft untuk game ini. Dengan luasnya area dan banyak variasi lingkungan, membuat kamu bisa melakukan banyak hal, baik di darat maupun di laut. AC Rogue bukanlah game dengan grafis terbaik untuk last gen, namun terlihat lingkungan ini di-render dengan cukup halus dan memaksimalkan potensi terbaik dari PS3 dan Xbox 360. Sayang, mungkin karena keterbatasan teknologi, beberapa detail masih terlihat kabur, dan juga bayangan dari objek kadang menghilang.
Dari sisi story yang menjadi kekuatan utama dari AC Rogue, penulis menganggap Ubisoft berhasil menutup lubang plot dari saga Revolusi Amerika dengan baik. Meskipun masih ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab, kehadiran Shay penulis anggap cukup baik dalam menjadi jembatan antara kisah AC III dengan AC IV: Black Flag lalu. Ubisoft bahkan juga berusaha untuk menghadirkan berbagai plot menarik, yang menghubungkan game ini dengan AC Unity. Penulis rasa sudah mengambil langkah yang tepat, dengan memainkan AC Rogue dahulu sebelum memainkan AC Unity. Dan saran penulis sih, lakukan hal yang sama ya sembari menunggu masalah-masalah dalam AC Unity terselesaikan..
duniaku-acrogue-2
Shay sendiri adalah karakter yang unik, dan lain dari para assassin sebelumnya. Bukan hanya karena dia membelot menjadi seorang templar, namun kepribadian dan karakteristiknya membuat Shay menjadi salah satu karakter assassin yang terbaik menurut penulis dan memorable. Jauh lebih memorable dibandingkan Connor yang sampai saat ini entah kenapa menurut penulis tidak memorable dan menarik sama sekali…
Dari segi gameplay, naval battle dan aksi-aksi khas assassin tentunya sudah sangat familiar, dan cukup minim inovasi yang diberikan oleh Ubisoft. Namun penulis cukup menikmati peran sebagai sosok templar, apalagi saat dikejar-kejar assassin yang melakukan aksi stealth. Malah di beberapa aksi, penulis sempat merasa, aksi stealth yang dilakukan oleh assassin AI ternyata lebih hebat dibandingkan penulis saat menjadi assassin ya. Hehe..
duniaku-acrogue-1
Ada juga beberapa misi untuk templar yang “baru” di game ini, seperti melindungi target dari para assassin yang memburunya. Naval battle juga sedikit mendapatkan improvisasi, dimana saat menjadi templar bukan kamu yang harus boarding ke kapal musuh, melainkan kamu yang harus bertahan dari assassin yang tiba-tiba melompat ke geladak kapalmu. Namun sayang, bagi kamu yang suka dengan aksi parkour, game ini cukup bermasalah dalam hal tersebut. Contohnya saat kamu berayun dari satu pohon ke pohon yang lain sebelum melakukan air assassinate, kamu harus melakukannya dengan hati-hati atau kamu bisa jatuh sebelum saat yang kamu inginkan.
Kesimpulannya, seperti judul di atas, rupanya Ubisoft Sofia ingin menunjukkan bahwa “si anak tiri” ini pun bisa memberikan kejutan dengan tampil memukau. Menjadi templar dalam game ini menjadi sebuah kesenangan tersendiri, yang mungkin tidak pernah kamu dapatkan di game-game sebelumnya. AC Rogue bisa menjadi perpisahan terbaik seri AC di PS3 dan Xbox 360 jika di masa yang akan datang Ubisoft memutuskan untuk meninggalkan generasi konsol ini.

Trailer: 

Sumber: www.duniaku.net

Review Ryse – Son of Rome: Pertempuran Memanjakan Mata!


Ryse Son of Rome JagatPlay (3)
Disebut-sebut sebagai game eksklusif yang memang didesain untuk mendemonstrasikan seberapa kuatnya konsol generasi terbaru Microsoft – Xbox One, Crytek memang punya tanggung jawab yang cukup berat di Ryse: Son of Rome. Mereka harus memastikan CryEngine generasi terbaru mereka memang mampu memfasilitasi hal tersebut dengan sangat baik. Namun siapa yang menyangka bahwa eksklusivitas tersebut ternyata hanya bersifat sementara. Menyusul Dead Rising 3 dari Capcom yang akhirnya menuju ke PC, Ryse: Son of Rome juga akhirnya tiba di platform yang sama. Kesan pertama yang ia tawarkan memang cukup kuat.